Pages

Jumat, 19 Februari 2010

another friendship story

crita dimulai tanggal 13 juni 2003. segerombolan anak-anak ingusan datang berkumpul di sekolah itu. yap,hari itu hari penerimaan siswa baru. wajah-wajah penuh keluguan yang tidak tahu pasti apa yang akan mereka hadapi tiga tahun ke depan. yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka telah diterima di sekolah yang kata orang TERbaik di kota itu. para orang tua begitu sibuknya mempersiapkan segala sesuatu demi kenyamanan anaknya di sekolah itu sambil menahan air mata yang hampir tumpah karena akan kehilangan keceriaan anaknya di setiap sudut rumah.

well,the story goes. PENJARA. mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sekolah itu di benak masing-masing mereka. ini ga boleh, itu ga boleh. dengan tekanan psikis itu,,mereka sebagai makhluk individualis,,mencoba bertahan dengan berbagai ekspresi. ada yang bersikap sangat tertutup,, sebagian yang egois,, ada yang menganggap dirinya tidak pantas berada di sana,, sebagian lagi berusaha menutupi wajahnya dengan topeng keceriaan walaupun hatinya sendu. Namun tidak sedikit yang menikmati suasana tertekan itu (entah karena memang tidak mau tau,,atau tidak mau merasakan). karenanya suasana terasa individualis dan kompetitif negatif.

tapi karna pada dasarnya mereka orang-orang yang baik hati dan tidak sombong serta suka menjahit (...???),,masa kegelapan itu dengan segera berakhir dan berganti dengan masa-masa penuh keceriaan. semua karna PERSAHABATAN. walopun sekolah menekan kewarasan mereka dengan berbagai cara,, mereka masih bisa dan tetap kuat bertahan. karena mereka saling menggenggam tangan dan mereka tau bahwa mereka tidak sendiri. mereka slalu tertawa bersama,baik menertawakan hal yang lucu maupun menertawakan kekecewaan, kesedihan dan kemirisan mereka. sekali lagi karena mereka tau mereka tidak sendiri.

masa-masa itu penuh dengan kebanggaan. bangga karena meskipun mereka bukan manusia yang sempurna,,mereka merasa sempurna dengan berdampingan satu sama lain. bangga karena kesatuan hati mereka.

sayangnya,,walaupun mereka tidak ingin,,tapi mereka harus berpisah. Bukan. bukan berpisah hati,tapi berpisah raga. karena mereka tau hati mereka tak akan terpisahkan.

yaaah,,cerita seperti kebanyakan cerita persahabatan yang ada. yang juga terjadi pada angkatan-angkatan sebelum dan sesudahnya. tapi aku yakin,,jika tidak mengalami kisah itu,,aku tidak akan seperti sekarang. aku yang lebih dewasa dan lebih kuat menjejakkan kaki di atas bumi. karena ada "sesuatu" dalam kisah ini yang tidak dimiliki kisah-kisah lainnya. "sesuatu" yang aku tak tau apa namanya. "sesuatu" yang begitu dalam hingga tidak ada kata yang dapat mewakili. "sesuatu" yang hanya bisa dirasakan oleh KAMI. ANGKATAN 7.

0 komentar:

Posting Komentar