<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265</id><updated>2011-07-08T10:51:11.163-07:00</updated><title type='text'>A's thoughts</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-3896519042539416357</id><published>2010-02-19T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T19:22:09.190-08:00</updated><title type='text'>Alunan sang pencinta kepada yang dicinta</title><content type='html'>Menyanjungmu adalah hal termudah bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana bisa aku menyanjung sedangkan mata ini tak mampu menghadap kemilaumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahku mengajak jantung untuk memainkan irama gilayang membuat telapak tangan ini basah, syaraf menggetar tangan, kaki, bibir, pipi, ah semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak au betapa hati ini gilang gemilang ketika buku di jemarimu jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan begitu ragaku bisa mendekati auramu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambilkan buku itu dengan tanganku, ya tanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menyerahkannya padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tungkai yang menopang berdiriku hampir kehabisan daya ketika jari telunjukmu mengibas sehelai dua anak rambut yang tersangkut di lekukan bulu matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bibirmu melagu “terima kasih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentuk nada tertutur dengan kelembutan yang menghalus dan tidak dibuat-buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, adakah sebutan yang lebih indah dari “dewi” untukmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kaupun berlalu tanpa kusadari tapak langkah sopan yang membawa seperangkat cantikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kau tinggalkan utukku sesatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pantaskah kehinaan ini menerima mimpi indah darimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mimpi indah itu tetap merecoki tidurku di beribu malam setelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku coba menelan pahit kepantasan yang tersaji di depanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau akan selalu jadi mimpiku, cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan selalu jadi nada dalam setiap laguku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan selalu jadi gerakan dalam setiap tarianku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan warna dalam setiap lukisanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak rela rasanya mengganggu keanggunanmu itu dengan rendahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kau tetap indah di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang pantas menyanjungmu, ratuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aku bahagia bilaman nanti ada mata yang mampu menatap kecantikanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membungkus kulitmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memeluk hangat dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cintanya yang mungkin tidak sebesar cintaku padamu namun pantas untukmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-3896519042539416357?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/3896519042539416357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/alunan-sang-pencinta-kepada-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3896519042539416357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3896519042539416357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/alunan-sang-pencinta-kepada-yang.html' title='Alunan sang pencinta kepada yang dicinta'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-4219638500050124895</id><published>2010-02-19T19:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T19:21:13.729-08:00</updated><title type='text'>Memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia (catatan seorang siswa)</title><content type='html'>Sejak kelas 1 sekolah dasar saya sudah “dinobatkan” oleh guru kelas saya sebagai murid teladan, siswa terpintar, dan titel-titel membanggakan lain. Teman-teman saya pun semua mengiyakan gelar-gelar tersebut karena pada dasarnya saya anak pendiam yang tidak pernah menjahili dan mengganggu anak lain. Mereka dengan senang hati mengamini gelar-gelar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terus berlanjut hingga saya di sekolah menengah pertama. Semua siswa baik secara langsung maupun tidak langsung mengenali saya sebagai “si pintar”. Bahkan anggapan itu pula yang membawa saya menjabat sebagai ketua kelas selama SMP dan ketua osis SMP Negeri 1 Gorontalo selama lebih dari 1 tahun. Padahal jika diingat-ingat lagi saya sama sekali tidak punya jiwa kepemimpinan pada waktu itu. Malahan saya adalah anak yang sangat mudah gugup ketika tampil di depan kelas, terlebih lagi di depan seluruh sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menyesal dengan semua yang telah saya alami, bahkan sangat berterima kasih dengan semua itu. Secara langsung predikat-predikat dan jabatan-jabatan itu yang membentuk kemampuan dan kepribadian saya. Dari anak yang mudah gugup, pasif, pemalu saya menjadi relatif lebih berani, percaya diri, dan lebih aktif. Saya menyadari bukan pribadi saya yang pantas dengan predikat-predikat dan jabatan-jabatan itu, tapi semua itulah yang membantu saya membentuk pribadi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ingin saya tekankan adalah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya digelari “si pintar” sejak awal sekolah  saya selalu menjadi peringakt 1 umum di sd dan smp, dan 3 besar di smu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dipercaya mampu sebagai pemimpin  saya memenagkan kampanye pemilihan ketua osis smp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini saya bukannya ingin membangga-banggakan apa yang telah saya alami, tapi saya ingin menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dan mengaitkan dengan sistem pendidikan di Indonesia yang memungkinkan hal-hal seperti ini sering sekali terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku-buku yang saya baca (saya tidak menyebutkan sumber bukan karena tidak menghormati, tapi ingin ini berasal dari pemahaman bukan hapalan), kesalahan adalah bagian dari pembelajaran bukan sesuatu yang harus dihukum. Ketika seorang anak melakukan kesalahan, entah itu akademik ataupun perilaku, umumnya pendidik, dalam hal ini gurunya, akan memberikan hukuman. Hukuman yang saya maksud bukan hukuman secara fisik atau hardikan (meskipun yang saya alami ketika sd adalah hukuman-hukuman ini), tapi lebih pada hukuman yang secara disadar atau tidak menurunkan kepercayaan diri dan ekspektasi anak pada dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 1 : ketika anak melakukan kesalahan perilaku dia akan dikategorikan “anak nakal”. Pendidik tidak membantu anak ini menemukan kebaikan yang pastinya ada pada setiap anak, tapi entah secara langsung atau tidak langsung membuat si anak percaya bahwa dia anak nakal, bahwa dia bermasalah, bahwa itu memang sudah sifatnya. Dan percaya atau tidak, penilaian-penilaian ini akan tertanam erat di benak si anak dan akan terus dibawa hingga Ia dewasa. Dan nilai-nilai ini yang Ia pratekkan. “Saya anak nakal. Wajar kalau saya melakukan buruk”. Berbeda dengan anak yang dikategorikan pintar dan baik, dia akan terus menjaga sikapnya karena tertanam padanya “saya anak baik dan pintar, jadi saya tidak boleh melakukan buruk dan harus terus mengoptimalkan kemampuan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2 : dalam proses belajar ketika anak tidak bisa menjawab soal dengan benar dia akan diberikan nilai rendah yang akan mempengaruhi nilai akhir semesternya. Meskipun di akhir semester anak ini telah memiliki kemampuan yang cukup untuk dinilai baik, namun karena “sejarah” dia pernah mendapat nilai rendah (karena melakukan kesalahan), nilai akhirnya akan mencerminkan kemampuan yang lebih rendah dari yang sebenarnya telah dia miliki (karena proses pemberian nilai akhir memperhitungkan nilai tugas-tugas, UTS, dan penilaian lain selama proses belajar). Nilai akhir inilah yang akan menjadi patokan bagi lingkungan dan dirinya sendiri. Sehingga anak akan menurunkan kepercayaan diri dan ekspektasi akan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin yang ingin saya utarakan sebagai kelemahan sistem pendidikan di Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda, jadi sebaiknya janganlah mengkategorikan mereka dalam kelompok-kelompok dengan gelar “si pintar”, “si nakal”, “si bodoh”, “si rajin”, “si kreatif”, dan lain-lain. Ada anak-anak yang cepat memahami pelajaran atau apa yang diajarkan bukan berarti merekalah golongan anak-anak pintar dan yang lainnya bodoh. Hal ini mungkin terjadi karena secara biologis di awal-awal umur manusia adalah masa-masa dimana kecepatan pertumbuhan dan perkembangan begitu tinggi. Berbeda umur beberapa bulan saja ukuran dan kemampuan otak anak-anak akan berbeda (hal ini telah dibuktikan oleh penelitian para ahli psikologi). Ini berarti anak-anak yang lebih muda, meski pada awalnya mungkin terlihat “bodoh”, bukan berarti tidak dapat mencapai pemahaman yang telah diperoleh oleh anak-anak yang lebih tua. Mereka hanya “belum menunjukkan taringnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka melakukan kesalahan, jangan dihukum. Itu adalah proses pembelajaran alami manusia. Belajar dari kesalahan. Seperti kita belajar mengendarai sepeda. Pada awalnya kita akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Tapi dari terjatuh itulah kita belajar bagaimana supaya tidak jatuh lagi. Sama dengan proses belajar anak. Yang aneh justru jika kita menghukum mereka karena melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu seharusnya setiap anak diberikan kesempatan berkembang sesuai usia dan proses individunya tanpa mengalami pengelompokkan dengan penilaian-penilaian dari gurunya. Biarkan mereka berkembang. Biarkan mereka melakukan kesalahan. Bantu mereka mencapai kemampuan optimal baik secara akademik, psikis, dan kreatifitas. Tumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka. Karena dengan mematikan kepercayaan diri itu sama saja dengan membunuh kemampuan yang mungkin akan dimilikinya. Dengan membunuh kemampuan anak, berarti menurunkan sumber daya manusia Indonesia baik secara kualitas maupun kuantitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-4219638500050124895?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/4219638500050124895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/memperbaiki-sistem-pendidikan-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/4219638500050124895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/4219638500050124895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/memperbaiki-sistem-pendidikan-di.html' title='Memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia (catatan seorang siswa)'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-9183633033372500477</id><published>2010-02-19T07:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T07:32:05.250-08:00</updated><title type='text'>another friendship story</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;crita dimulai tanggal 13 juni 2003. segerombolan anak-anak ingusan datang berkumpul di sekolah itu. yap,hari itu hari penerimaan siswa baru. wajah-wajah penuh keluguan yang tidak tahu pasti apa yang akan mereka hadapi tiga tahun ke depan. yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka telah diterima di sekolah yang kata orang TERbaik di kota itu. para orang tua begitu sibuknya mempersiapkan segala sesuatu demi kenyamanan anaknya di sekolah itu sambil menahan air mata yang hampir tumpah karena akan kehilangan keceriaan anaknya di setiap sudut rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well,the story goes. PENJARA. mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sekolah itu di benak masing-masing mereka. ini ga boleh, itu ga boleh. dengan tekanan psikis itu,,mereka sebagai makhluk individualis,,mencoba bertahan dengan berbagai ekspresi. ada yang bersikap sangat tertutup,, sebagian yang egois,, ada yang menganggap dirinya tidak pantas berada di sana,, sebagian lagi berusaha menutupi wajahnya dengan topeng keceriaan walaupun hatinya sendu. Namun tidak sedikit yang menikmati suasana tertekan itu (entah karena memang tidak mau tau,,atau tidak mau merasakan). karenanya suasana terasa individualis dan kompetitif negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi karna pada dasarnya mereka orang-orang yang baik hati dan tidak sombong serta suka menjahit (...???),,masa kegelapan itu dengan segera berakhir dan berganti dengan masa-masa penuh keceriaan. semua karna PERSAHABATAN. walopun sekolah menekan kewarasan mereka dengan berbagai cara,, mereka masih bisa dan tetap kuat bertahan. karena mereka saling menggenggam tangan dan mereka tau bahwa mereka tidak sendiri. mereka slalu tertawa bersama,baik menertawakan hal yang lucu maupun menertawakan kekecewaan, kesedihan dan kemirisan mereka. sekali lagi karena mereka tau mereka tidak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa-masa itu penuh dengan kebanggaan. bangga karena meskipun mereka bukan manusia yang sempurna,,mereka merasa sempurna dengan berdampingan satu sama lain. bangga karena kesatuan hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya,,walaupun mereka tidak ingin,,tapi mereka harus berpisah. Bukan. bukan berpisah hati,tapi berpisah raga. karena mereka tau hati mereka tak akan terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaaah,,cerita seperti kebanyakan cerita persahabatan yang ada. yang juga terjadi pada angkatan-angkatan sebelum dan sesudahnya. tapi aku yakin,,jika tidak mengalami kisah itu,,aku tidak akan seperti sekarang. aku yang lebih dewasa dan lebih kuat menjejakkan kaki di atas bumi. karena ada "sesuatu" dalam kisah ini yang tidak dimiliki kisah-kisah lainnya. "sesuatu" yang aku tak tau apa namanya. "sesuatu" yang begitu dalam hingga tidak ada kata yang dapat mewakili. "sesuatu" yang hanya bisa dirasakan oleh KAMI. ANGKATAN 7.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-9183633033372500477?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/9183633033372500477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/another-friendship-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/9183633033372500477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/9183633033372500477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/another-friendship-story.html' title='another friendship story'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-1789747066019264794</id><published>2010-02-19T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T07:30:21.251-08:00</updated><title type='text'>Cintaku seperti sebuah elektron</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;Cintaku seperti sebuah elektron&lt;br /&gt;Begitu kecil dan sederhana&lt;br /&gt;Tak bernyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku seperti sebuah elektron&lt;br /&gt;Tak dapat dibagi lagi&lt;br /&gt;Membentuk awan dengan beragam tingkat energi yang selalu konstan melindungi setiap kata cintaku untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku seperti sebuah elektron&lt;br /&gt;Memberi muatan pada setiap unsur jantungku sehingga terus berdetak untuk mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku seperti sebuah elektron&lt;br /&gt;Yang terus bergerak tanpa lelah mengelilingi inti atomnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, kaulah inti atomku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-1789747066019264794?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/1789747066019264794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/cintaku-seperti-sebuah-elektron.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/1789747066019264794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/1789747066019264794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/cintaku-seperti-sebuah-elektron.html' title='Cintaku seperti sebuah elektron'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-8181894633990156632</id><published>2010-02-19T07:28:00.002-08:00</published><updated>2010-02-19T07:29:26.409-08:00</updated><title type='text'>Tak ingin dibatasi judul (hanya tuangan kenangan)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;Merenda tawa dan tangis&lt;br /&gt;Ku urut kembali genggam tangan kita dalam diorama takdir&lt;br /&gt;Meneteskan air mata dalam euforia bersamamu&lt;br /&gt;Detik detik itu memuja kita&lt;br /&gt;Kata bertaut mengungkap kisah yang akan jadi kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumku kadang bias&lt;br /&gt;Ketika runtun cerita tiba saat mata kita tak ingin saling menatap&lt;br /&gt;Saat tangan kita merasakan duri ketika saling menggenggam&lt;br /&gt;Harga diri semu membungkam bibir tuk saling berkata maaf&lt;br /&gt;Tetapi apa arti "sejati" di belakang kata "teman"?&lt;br /&gt;Perlahan bahasa tubuh kita mulai bersapa meski bibir terkatup&lt;br /&gt;Detik berdetak, kita pun terbahak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit kata yang dapat menjadi keterangan pada diorama takdir ini&lt;br /&gt;Tapi aku sadar sekamus kata pun tak dapat tepat menyalakan diorama ini&lt;br /&gt;Hanya hati dan pikiran kami yang bisa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-8181894633990156632?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/8181894633990156632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/tak-ingin-dibatasi-judul-hanya-tuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/8181894633990156632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/8181894633990156632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/tak-ingin-dibatasi-judul-hanya-tuangan.html' title='Tak ingin dibatasi judul (hanya tuangan kenangan)'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-3966955075982610418</id><published>2010-02-19T07:28:00.001-08:00</published><updated>2010-02-19T07:28:34.364-08:00</updated><title type='text'>You</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;When i open my eyes, i see u&lt;br /&gt;When i try to hear a sound, i hear u&lt;br /&gt;When i smell the air, i smell u&lt;br /&gt;When i walk on the way, i walk to u&lt;br /&gt;When i touch with my hands, i touch u&lt;br /&gt;You're really bothering me&lt;br /&gt;And i simply just love it&lt;br /&gt;Cause my eyes won't open if i don't see u&lt;br /&gt;My ears won't hear if i don't hear u&lt;br /&gt;My nose won't smell if i don't smell u&lt;br /&gt;My feet won't step if i don't walk to u&lt;br /&gt;And my hands won't feel anything if i don't touch u&lt;br /&gt;Can't u see that? ?&lt;br /&gt;I just......need u&lt;br /&gt;That's all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Originally (even the mistakes) by ayhako&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-3966955075982610418?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/3966955075982610418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3966955075982610418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3966955075982610418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/you.html' title='You'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-3656420977213584853</id><published>2010-02-17T17:58:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T17:58:56.109-08:00</updated><title type='text'>Tarian sempurna</title><content type='html'>irama yang terdengar ini tak tersentuh khayalan tapi nyata&lt;br /&gt;menjiwai semua indra dari setiap pergerakan&lt;br /&gt;detak jantung, getaran pta suara, jejak kai, tiupan angin, aliran air&lt;br /&gt;semua mencipta suatu harmoni yang mengiringi tarian ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarian elektron memutari inti, tarian sel-sel membelah, tarian ikan berenang, tarian burung terbang, tarian makhluk berjalan, tarian anggukan tumbuhan, tarian planet berotasi, tarian meteorit melaju, tarian galaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerakan yang tunduk pada hukum fisik&lt;br /&gt;sekaligus bukti eksistensi kegaiban&lt;br /&gt;keteraturan berulang&lt;br /&gt;bahkan setiap kesalahan bertujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada sempurna dari setiap fragmen&lt;br /&gt;namun saat mereka menari kesempurnaan tercipta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-3656420977213584853?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/3656420977213584853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/tarian-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3656420977213584853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/3656420977213584853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/tarian-sempurna.html' title='Tarian sempurna'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-9047336275760422372</id><published>2010-02-17T17:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T17:50:55.712-08:00</updated><title type='text'>Dewasa dan kegunaannya</title><content type='html'>Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Semua orang tahu akan hal ini. Tapi berapa banyak yang menyadarinya? Kesadaran itu jarang dapat dirasakan setiap orang karena kita merasa pasti akan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;Seorang anak kecil selalu berpikir tentang hal-hal ideal yang akan dilakukannya setelah dia dewasa nanti. Kenapa setelah “dewasa”  bukan setelah “tua”? Karena setiap saat orang-orang yang berada di sekelilingnya selalu berkata “setelah kau dewasa nanti ....”, bukannya “setelah kau tua nanti ...”. Karena itu dalam setiap diri kita tertanam pemikiran bahwa pada suatu saat kita semua akan mencapai kedewasaan tanpa usaha sama sekali. Kedewasaan sama seperti uban yang akan kita peroleh pada masa tertentu.&lt;br /&gt;Ada pula pemikiran yang menjelaskan bahwa “dewasa” dan “tua” hanyalah perbedaan nilai bahasa. Dewasa mencerminkan kemapanan pemikiran dan hidup, sedangkan tua menyiratkan ketidakberdayaan dan keterlambatan dalam melakukan sesuatu.  Orang yang disebut dewasa merupakan seseorang yang sedang berada dalam nilai diri paling tinggi dari hidupnya, dan orang yang dikatakan tua adalah orang yang sudah melewati kesempatan-kesempatan berharga dalam hidup. Karena itu seseorang akan merasa lebih bangga jika disebut dewasa dibandingkan tua.&lt;br /&gt;Kedewasaan itu sebenarnya merupakan pola pikir. The way we think about something. Dua orang tua (telah melewati masa remaja) bisa saja memikirkan tentang hal yang sama tapi berbeda arah pemikirannya. Bisa dianalogikan seperti 2 komputer mengolah data yang sama tetapi dengan 2 prosesor yang berbeda. Seseorang yang telah dewasa tidak melibatkan banyak emosi dalam proses pemikirannya, sebaliknya orang yang tidak dewasa membiarkan pikirannya dikontrol oleh emosi dibanding logika, bahkan tidak menyadari pikirannya didominasi oleh emosi. Emosi yang dirasakan atau dialami bisa bermacam-macam, ada amarah, kesedihan, kegembiraan, dan yang paling sering adalah ketakutan, entah ketakutan akan kehilangan, tidak dapat diterima pergaulan, ketakutan tidak dianggap, dan lain-lain. Karena berbagai macam emosi ini, seseorang yang tidak dewasa pada umumnya membiarkan faktor-faktor eksternal (di luar diri) mempengaruhi integritas dirinya. Contohnya seseorang yang berbohong/ tidak jujur agar tidak dianggap aneh oleh lingkungannya, seseorang yang mudah marah jika “dipancing” orang lain, seseorang yang bergaya atau berdandan berlebihan atau melakukan kebiasaan tertentu, seperti merokok, supaya bisa diterima atau diakui suatu komunitas. Bahkan pada kadar yang berlebihan seseorang dapat kehilangan identitas dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Semua manusia pada masa remajanya mengalami masa transisi atau disebut juga masa pencarian jati diri dan mengalami periode ketidakdewasaan tersebut. Setiap orang mengalami periode ini dengan intensitas  dan lama waktu yang berbeda-beda. Bahkan ada yang tidak pernah mencapai kedewasaan. Kenapa demikian? Banyak faktor yang mempengaruhi dan faktor-faltor ini dapat digolongkan dalam 2 jenis, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang berpengaruh dapat berasal dari lingkungan individu tersebut. Ada kondisi lingkungan-lingkungan tertentu yang membuat pemikiran seseorang tidak dapat berkembang sehingga tidak mencapai kedewasaan. Faktor kedua dan yang paling menentukan ialah faktor internal. Seberapa kuat dan efisien nilai-nilai yang tertanam dalam diri seorang individu yang menjadikan proses pendewasaan berlangsung baik sehingga melahirkan pola pemikiran yang berintegritas dan bertanggung jawab pada diri masing-masing. Faktor internal juga menetukan kekuatan hambatan pengaruh faktor eksternal pada kepribadian yang terbentuk.&lt;br /&gt;Yang perlu kita semua camkan dalam diri kita, kedewasaan itu berkaitan erat dengan kesadaran akan kebenaran. Kesadaran, pengakuan serta kemauan menjalani  hal-hal yang diyakini benar. Kebenaran sebenarnya bukan hal yang perlu ditunggu atau dicari karena setiap materi dan imateri di alam ini mengandung kebenaran. Ibarat seseorang yang membuka-buka banyak pintu untuk mencari kuncinya yang hilang, padahal kunci yang digunakan untk membuka-buka pintu itulah kunci yang sedang dicarinya. Kebenaran akan terlihat jika kita mengamati dengan cara yang dewasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-9047336275760422372?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/9047336275760422372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/dewasa-dan-kegunaannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/9047336275760422372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/9047336275760422372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2010/02/dewasa-dan-kegunaannya.html' title='Dewasa dan kegunaannya'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-979354052322806265.post-509933664870580362</id><published>2009-06-11T07:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T07:24:22.128-07:00</updated><title type='text'>Pengen jadiin sesuatu lebih indah.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku yakin kalo sebenarnya banyak hal di sekitar aku yang begitu luar biasa. Aku ingin mengangkat semua itu menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Entahlah mungkin kujadikan sebuah tulisan, mungkin kujadikan komoditi bisnis, ato apa pun. Tapi entahlah. Banyak sekali kendalanya. Aku tahu aku harus bisa dan berusaha mengatasi semua keterbatasan itu. Tapi terkadang aku frustasi juga. Seakan-akan semua jalan telah buntu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Seandainya saja aku anak orang kaya”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pikiran itu yang selalu muncul tiap kali datang kendala pada tiap usahaku. Skali lagi aku tahu itu salah. Hanya saja terasa lebih mudah mengerjakan segala sesuatu ketika kita berada di sebuah kamar kosan yang lebih luas, ada koneksi internet, ada saluran tv kabel, kamar mandi di dalam, dan terutama punya mobil sehingga aku dengan mudah bisa ke mana saja untuk mengurus semua rencana yang ada di benakku. Dengan mudah ke tempat-tempat belanja untuk beli barang dagangan, ngangkut barang dagangan yang begitu banyak ke kosan, hingga nganterin barang ke cargo buat dikirim n dijual. Tapi ga mungkin kan hanya dengan berandai-andai seperti itu semua bisa terwujud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi aku juga berpikir. Ada enaknya juga jadi anak dengan ekonomi pas-pasan. Soalnya ketika ketika berhasil kepuasannya luar biasa berlipat ganda. Kenapa? Karena kita benar-benar memulai segalanya dari nol dengan tingkat kesulitan yang mungkin tidak akan bisa diatasi oleh anak-anak kaya. Bener juga sih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka aku akan berusaha. Yah, standar kata-katanya. Berusaha. Tapi emang harus kayak gitu. Dan satu lagi : wujudkan. It means, kerja, kerja, dan kerja. Wujudkan niat untuk berusaha itu dengan kerja yang nyata. Jangan hanya memikirkan kosep-konsep mutakhir tanpa melakukan apa-apa. Mematangkan konsep memang penting, tapi jangan kelamaan. Begitu konsep terlihat cukup sempurna dan logis, ya kerjakan. Memang segala sesuatu ada waktunya. Tapi untuk suatu yang luar biasa, kita butuh kebiasaan yang luar biasa pula. Kalo ingin mencapai sukses lebih dari orang kebanyakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;artinya harus punya cara berpikir cara melihat, kebiasaan, kedisiplinan, dan waktu kerja yang lebih dari orang kebanyakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kendala selanjutnya, apa yang pertama kali harus dikerjakan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beneran itu kendalanya? Yakin? Aku tahu aku bukan anak dengan sistem engine otak yang lambat, meskipun ga jenius juga sih. Yah, di atas rata-rata lah. Jadi aku pasti punya berbagai alternatif untuk memulai sesuatu. Malah bisa dibilang kalo soal konsep-mengonsep, aku jagonya. Tapi itu sama sekali tidak membuat aku bangga. Ya, bangga sih, dikit. Tapi aku akan lebih bangga lagi kalo aku bisa bener-bener melakukan konsep-konsep aku itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak setiap konsep yang aku pikirkan itu tepat. Terkadang ketika konsep awal itu sudah kuwujudkan, aku baru menyadari kalo strategi itu salah. Tapi ga apa. There’s a cost for an experience. Aku sangat meyakini hal itu. Kalo aku ga ngelakuin kesalahan itu, mungkin aku ga akan pernah tahu tentang hal-hal berharga lain. Alhamdulillah. Ternyata Allah begitu sayang padaku hingga memberikan begitu banyak pelajaran, tiap menit, bahkan tiap detik. Semakin aku memikirkannya, semakin aku menyadari banyak yang aku lewatkan. Dengan keterbatasanku sebagai seorang manusia tentu saja aku tidak bisa memahami setiap pelajaranNya pada waktu bersamaan. It takes time. Dan setelah memahaminya, semakin kagum aku akan kasih sayang Allah padaku. Padahal aku bukan siapa-siapa. Hanya seorang ayha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Back to the main idea, jadi apa sebenarnya kendala terberatku? Menunda-nunda pekerjaan. Yap. Aku harus bisa menghilangkan kebiasaan buruk itu. Sejak kecil aku selalu membudayakan hal itu. Mungkin aku terlahir dengan sifat itu. Tapi bukan berarti aku akan wafat dengan sifat itu juga kan? Harus ada yang mengubah. Dan pastinya yang bisa mengubah itu hanya AKU. Terlalu banyak kata “aku” di dini. Jangan-jangan ini menunjukkan bahwa aku orang yang sangat egois? Mudah-mudahan ga deh. Aku kan emang lagi ngomongin dan memotivasi diri dengan menulis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;O ya, salah satu alasan aku menulis adalah dengan menulis aku bisa menyeimbangkan pikiran dan perasaanku. Aku orang yang sangat perasa. Sangat mementingkan perasaan daripada logika. Padahal aku bukan anak dengan kemampuan logika rendah. Sebenarnya dalam setiap tindakanku logika dan perasaanku berkecamuk. Tapi hampir 80 % hasil kecamukan itu dimenangkan oleh perasaan. Meskipun aku tahu, secara logika itu ga masuk akal ato bahkan salah sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, untuk memenangkan sang logika, aku menulis. Dengan menulis, aku bisa mereview kembali segala alasan, pemikiran, keputusan yang aku buat. Aku bisa menilai, keputusan itu dimenangkan oleh siapa. Si perasaan ato si logika. Menulis membuatku berpikir lebih jernih dan lebih benar. Dan pada akhirnya mencapi kesadaran akan sesuatu hal. So, walaupun aku tahu masih banyak kekurangan dalam tulisan-tulisanku, aku akan terus menulis. Bodo amat. G ada yang bakal baca juga. Ya ga?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, untuk tulisan kali ini kesadaran akan hal apa yang aku peroleh? Hm, let me think. Kali ini aku sadar, betapa buruknya akibat dari menunda-nunda pekerjaan. Seperti tulisan ini, aku sudah berpikir ingin menulis sesuatu tentang hal ini jauh-jauh hari. But in fact, baru terwujud sekarang. Hehe. Next, aku sekarang tau, aku butuh menulis tiap hari. Bukan diari cengeng seperti kebanyakan cewek, tapi kebalikan dari itu, tulisan-tulisan yang bisa membuat aku menilai dan menyadari segala sesuatu lebih benar. Tidak perlu lebih baik, cukup lebih benar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ok, this is for the first step. Let go.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/979354052322806265-509933664870580362?l=ayhako.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayhako.blogspot.com/feeds/509933664870580362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2009/06/pengen-jadiin-sesuatu-lebih-indah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/509933664870580362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/979354052322806265/posts/default/509933664870580362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayhako.blogspot.com/2009/06/pengen-jadiin-sesuatu-lebih-indah.html' title='Pengen jadiin sesuatu lebih indah.'/><author><name>ayhako</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11806128772754181512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_okVFmFG85RA/S30X7ngQhbI/AAAAAAAAAAs/JXHWlSwWHc0/S220/111220094164.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
